Jumat, 06 Juni 2014

TUGAS 9 SEMANTIK



9. Pasangan Kata

1.      Gugat  : Dakwa, tuntut
Gugat :Guncangan
2.      Sangat : Terlebih-lebih (keadaannya, halnya)
Sengat : Alat tajam yang berbisah,yang dugunakan binatang untuk perlindungan diri.
3.      Pusaka : Harta benda peninggalan orng yang sudah meninggal.
Pusara  : kubur, pekuburan
4.      Pinda   :Memperbaiki / mencontoh
Pindah : Bertukar tempat
5.      Batal    :Tidak sah
Bantal  : Alas kepala, Alas duduk
6.      Lolos   :Terlepas, lari (dari kepungan, kejaran)
Lulus   :Dapat masuk, lalu. Saya lulus ujian UTS.
7.      Serang : Menyerbu sesuatu tempat.
Sarang : Tempat yang dibuat oleh binatang unggas.
8.      Terang : keadaan yang dapat dilihat secara jelas.
Terong : Terung.
9.      Warung: Tempat menjual makanan
Karung            : Kantong besar ddari goni yang kasar (untuk tempat beras)
10.  Teleng : Bunga
Teleng : Dok orang-orangan mata (bulatan hitam di mata)
11.  Wakalah: Pemimpim wilayah (tt organisasi)
Makalah: Tulisan resmi tt suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum di suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan
12.  Talang : Ikan laut
Talang : Perantara di jual beli
13.  Apel    : 1.Pohon, yang buahnya bundar, berdaging tebal dan mengandung air serta berkulit lunak bewarna merah. 2.buah apel
Apel    : Wajib hadir di suatu upacara resmi (upacara)
14.  Ikan     : yang menyerupai ikan
Iklan    : Yang terdapat di surat kabar
15.  Rem     : Alat untuk menahan gerakan
Lem     : Barang cair atau liat, dipakai untuk merekatkan sesuatu pada barang lain
16.  Merah  : Gelar penghulu atau raja-raja kecil pada zaman dahulu
Marah  : Sangat tidak senang (karena dihina, diperlakukan tidak sepantasnya
17.  Mantel : Baju panjang (biasanya dari bahan kain tebal)
Mental : Bersangkutan dengan batin dan watak manusia
18.  Budak : Anak
Badak  : Binatang menyusui yang berkulit tebal
19.  Basi     : Mulai berbau tidak sedap atau berasa masam karena sudah mengalami proses pembusukan
Besi     : Logam yang keras dan kuat
20.  Lupa    : Lepas dari ingatan
Rupa    : Keadaan yang tampak diluar
21.  Penah  : Alat untuk menulis dengan tinta
Panah  : Senjata berupa tongkat kecil runcing, panjang berbuluh pada pangkalnya
22.  Gigih   : tetap tangguh pada pendirian atau pikiran
Gigi     : Tulang keras kecil-kecil bewarna putih yang tumbuh tersusun berakar di gusi dan kegunaannya untuk mengunyah
23.  Kali     : Sungai
Kali     : Lele
24.  Bual     : Omong kosong
Bual     : Luapan
25.  Catur   : Dialog
Catur   : Bentuk terikat empat (dipakai dl gabungan dengan bentuk lain
26. Karya    : Pekerjaan, hasil perbuatan atau hasil karangan. Misalnya novel Belenggu merupakan terkenal Armijin Pane.
       Karyah: adalah nama desa
27. Kas       : Tempat penyimpanan uang atau tempat membayar dan menerima uang.
       Khas    : Khusus, teristimewa. Setiap orang memiliki kesenian yang tidak dimiliki daerah lain.
28. Khidmah: Kegiatan, pengabdian dan pelayanan
       Khidmat:hormat dalam mendengarkat bacaan ayat suci Alquran.
29. Khamar : minuman keras, anggur
       Khamir: Jamur yang berkembang biak dengan tunas kecambah
30. Dubuk  :Binatang buas yang suka makan bangkai, ada yang kurik ada yang loreng.
       Duduk: Meletakkan tubuh atau letak tubuhnya dengan bertumpuh pada pantat.
31. Gamam : Tidak tetap hati
       Gaman: Senjata
32. Gerohok: Lubang besar pada pohon
       Gerojok: Mengalir deras
33. Ibul       : Palam mirip gerbang
Ibun     : Embun beku
34. Kabel    : Kawat berbungkus karet, plastik
       Kabil   : Cak durhaka
35. Kabur   : Tidak dapat melihat sesuatu dengan jelas
       Kabut  : Awan lembab yang melayang dipermukaan tanah
36. Konter  : Lawan
       Kontes: Perlombaan
37. Larik     : Baris,leret,deret
       Laris    : Cepat laku
38. Makmum: Orang yang dipmpin oleh imam
       Makmur: Banyak hasil
39. Melar    : Dapat menjadi besar
       Melek  : Tidak tidur, jaga
40. Nona     : Sebutan bagi perempuan yang belum menikah
Noni    : Nona kecil
41. Ordi: Perintah
Ordo: Burung pemakan biji-bijian
42. Organik: Berkaitan dengan zat yang berasal dari makhluk hidup
Organis: Pemain alat musik organ
43.  Pacik: Memegang erat-erat
Pacuk: Tabung buluh untuk tempat air
44.  Pukah: Patah atau bengkok patah
Pukat: Jaring (jala)
45. Radas: Alat
       Radat: Pemimpin atau pemberi nada irama pada bacaan sholawat


46. Rasuk: Merasuk
Rasul: Orang yang menerima wahyu Allah untuk disampaikan kepada manusia
47. Rengga: Tempat duduk dipunggung gajah
Rengsa: Lemah badan
48. Royak: Meroyak
       Royal: Berlebih-lebihan
49. Sakal: Pukulan, benturan
     Sakar: Gula
50   Segan: Malas
Segar: Berasa nyaman dan ringan

TUGAS 8 SEMANTIK



8. Analisis “ Tuhan adalah kelebihanku, Tuhan adalah kelemahanku”
Analisis dari segi semantik:
Tuhan adalah kelebihanku, maksudnya disini adalah bahwa semua yang kita miliki sebagai kelebihan itu hanyalah titipan dari tuhan. Baik itu kelebihan harta, fisik, fikiran atau kecerdasan semua itu adalah kelebihan tuhan yang dititipkan untuk kita. Jadi kita sebagai manusia kita harus mensyukuri apapun yang kita miliki sekarang. Tuhan pernah berpirman bahwa barang siapa yang mensyukuri nikmatku niscaya akan aku tambah. Disini jelas bahwa tuhan adalah yang memberikan segala kelebihan tersebut.
Tuhan adalah kelemahanku, maksud dari kalimat ini adalah seorang hamba pasti mempunyai kelebihan dan kelemahan. Jadi seburuk apapun atau sekurang-kurang apapun kelemahan yang kita miliki kita harus selalu mensyukuri itu. Karna suatu saat tuhan pasti membalas atau mengganti dengan kelebihan kalau kita bisa mensyukuri yang diberikan tuhan sekarang. Karna tuhan maha mengetahui apa yang terbaik buat hambanya, tuhan memberi kelemahan juga menguji kesabaran hambanya, karna tuhan juga tidak akan memberikan kelemahan atau kekurangan diluar batas kemampuan hambanya.
Jadi kesimpulannya adalah, kalau kita ingin tuhan selalu ada dalam kelebihan dan kelemahan kita. Kita harus mensyukuri  apa yang diberikan olehnya.

TUGAS 7 SEMANTIK



7. Ayat Al-quran ( Allah menggunakan kata aku, kami)
1. Surah An-Nisa’ ayat 31
“ jika kamu menjahui dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)”.
Analisis Semantik: pda ayat ini Allah menjelaskan akan menghapus kesalahan-kesalahan orang-orang yang menjahui dosa-dosa besar dan menempatkannya di tempat yang mulia yaitu surga.
2. surah Al-A’raf ayat 40
“sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk kedalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat”.
Analisis Semantik: bahwa orang-oraang yang mendustakan ayat-ayat Allah tidak akan dibukakan pintu-pintu langit kepadanya. Artinya mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkinnya seekor unta masuk ke dalam lubang jarum.
3. Surah  Ali Imran ayat 56
“maka adapun orang-orang yang kafir, maka akan Aku azab mereka dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, sedang mereka tidak memperoleh penolong”.
Anlaisis Semantik: pada ayat ini Allah akan mengazab orang-orang kafir dengan azab yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak akan menerima pertolongan dari manapun. Allah menggunakan kata aku karena ia sendirilah yang akan memberikan azab itu.
4. Surah Al-Mu’minun ayat 105
“bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu,tetapi kamu selalu mendustakannya”?
Analisis Semantik: pada ayat ini Allah menjelaskan dalam ayat-ayat yang diturunkannya telah dibacakan namun manusia selalu mendustakannya. Padahal Allah telah membawa kebenaran kepada mereka, tetapi mereka benar-benar berdusta sesungguhnya mereka adalah orang-orang zalim.

TUGAS 6 SEMANTIK



6. Buku pelajaran Bahasa Indonesia tentang makna
Didalam buku pelajaran bahasa dan sastra indonesia untuk kelas 2 SLTP edisi kedua karangan yudhistira terdapat pelajaran tentang makna seperti berikut ini :
A. Carilah makna kata yang dicetak miring berikut ini! Gunakan kamus jika mengalami kesulitan!
1. Sisanya yang 96 persen amat tandus dengan kehidupan.
2. Sinar matahari diperlukan untuk proses fotosintesis bagi plankton.
3. Di daerah tropis orang dapat menyaksikan terbitnya matahari setiap hari.
4. Di daerah yang jauh di sebelah luar garis lintang utara dan lintang selatan, pada waktu puncak musim panas pun matahari hanya menembus 15 sampai 20 meter air lautan.
5. Hanya di lapisan terbatas itulah plankton dapat tumbuh subur.
6. Luasnya permukaan lautan itu sendiri hanyalah merupakan 4 persen dari seluruh volume airnya.
7. Konsentrasi kehidupan laut dekat daratan ini merupakan konsentrasi pembuangan samapah daratan.
8. Diperkirakan ada 20.000 spesies ikan, lebih dari 30.000 jenis kerang, dan segala macam udang di daerah tersebut.
9. Disitulah plankton berkesempatan menampung mineral yang dibawa oleh endapan-endapan dari muara sungai.
10. Ternyata, akhir-akhir ini di laut dangkal antara inggris dan daratan Eropa ditemukan tong-tong terbuka oleh arus laut.


Analisis Semantik :
Pada soal-soal diatas terdapat kata-kata bermakna yang terdapat didalam kamus. Maka kata tandus adalah tidak dapat ditumbuhi tanaman atau tumbuhan karena kekurangan zat hara (tt tanah); gersang; tidak subur; padang-; 2. habis sama sekali; tandas;. Makna kata fotosintesis adalah pemanfaatan energi acahaya matahari oleh tumbuhan berhijau daun atau bakteri untuk mengubah karbondioksida dan air menjadi karbohidrat. Makna kata tropis adalah beriklim panas. Makna kata garis lintang adalah garis khayal yang melingkari bumi, sejajar dengan garis khatulistiwa. Makna kata lapisan adalah susunan; deretan;bagian. Makna kata lautan adalah laut yang luas sekali; samudra. Makana kata konsentrasi adalah pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal. Makna kata spesies adalah satuan dasar klasifikasi biologi;jenis. Makna kata  endapan-endapan adalah sesuatu yang bercampur dengan barang cair yang telah turun kebawah dan bertimbun didasar. Dan yang terakhir makna kata dangkal adalah tidak dalam (tt sungai dsb); tohor; cetek.
B. Selain pelajaran tentang makna diatas, di buku ini juga terdapat pelajaran yang berhubungan dengan semantik yaitu tentang Polisemi dan Homonim seperti berikut,
Polisemi berasal dari kata poly yang berarti banyak dan sema yang berarti tanda, arti. Polisemi berarti banyak arti. Jadi, kata polisemi ialah suatu kata yang mempunyai bermacam-macam arti, tetapi masih mempunyai kesamaan makna atau masih dalam satu kesatuan arti.
Bentuk polisemi sepintas mempunyai kemiripan dengan bentuk homonim. Namun, jika dicermati, kedua bentuk itu mempunyai perbedaan mendasar. Homonim ialah kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan. Dalam polisemi kita menghadapi suatu kata yang mempunyai banyak makna, sedangkan dalam homonim kita menghadapi dua kata atu lebih yang kebetulan mempunyai lafal dan ejaan yang sama. Perhatikan contoh berikut !
Bisa, v mampu (kuasa melakukan sesuatu); dapat;
bisa, n 1 zat racun yang dapat menyebabkan luka, busuk, atau mati; 2 ki sesuatu yang buruk, yang dapat merusak akhlak manusia atau masyarakat.
Pada contoh diatas, kedua kata bisa tesebut merupakan homonim. Sedangkan makna-makna yang terdapat pada kata bisa yang kedua mempunyai hubungan makna yang berpolisemi.

TUGAS 5 SEMANTIK



Analisis surat alfatiha ayat ke 6 yang berlandasan dari Al-quran: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”
·         Analisis berlandasan al-quran maksudnya: jalan yang lurus yaitu jalan hidup yang benar yang dapat membuat bahagia didunia dan diakhirat.

·         Analisis berlandasan dari Tafsir adalah:
1) Hidayah secara harfiah, berarti petunjuk yang dapat menyampaikan orang kepada yang dituju. Hidayah yang dimaksud disini, ialah petunjuk Allah.
Hidayah Allah kepada manusia, antara lain sebagai berikut:
            1. Hidayah Ilham.
   Hidayah ilham ini sudah ada pada anak-anak sejak ia mulai dilahirkan. Bilamana ia ingat      akan kebutuhannya (makanan misalnya), seketika itu juga ia menangis meminta makanan itu.
            2. Hidayah Panca-Indera.
  Hidayah panca-indera dan hidayah ilham keduanya sama ada pada manusia dan hewan. Bahkan pada hewan lebih peka, jika dibandingkan dengan manusia, sebab ilham dan panca-indera pada hewan sedikit sempurna setelah ia dilahirkan. Sedangkan pada manusia datangnya berangsur-angsur, tahap demi tahap.
            3. Hidayah Akal.
  Hidayah akal lebih tinggi fungsinya dari hidayah ilham dan panca-indera, sebab manusia diciptakan untuk hidup bersama dan bergaul dengan yang lain. Untuk kehidupan semacam itu, tidak cukup hanya mengendalikan ilham dan panca-indera saja, tapi ia memerlukan Hidayah akal. Akal dapat membetulkan kekeliruan-kekeliruan yang mungkin terjadi pada panca-indera. Misalnya kekeliruan indera pelihat pada orang yang buta warna, dan kekeliruan indera perasa pada orang yang menderita penyakit kuning.
            4. Hidayah agama dan syari’at.
      Hidayah agama ini, adalah nilai-nilai yang wajib dipunyai oleh orang yang akalnya sudah diperbudak oleh hawa nafsunya, sehingga ia tenggelam dalam kesenangan materi dan syahwati. Dalam kenyataannya manusia memang gemar menugmati kenikmatan duniawi yang tidak terbatas, tidak mau berhenti pada salah satu titik karena tidak dikehendaki oleh hawa nafsunya. Bahkan dibawa dorongan hawa nafsunya itu ia mempersiapkan dirinya untuk mencapai puncak kegemaran dan keinginan yang lebih sempurna lagi. Sehingga apabila ia telah mendapatkan sebuah bukit dari emas (misalnya), keinginannya tidak akan berakhir sampai di situ, sebab ia menginginkan sebuah (lebih banyak) lagi bukit emas

·         Analisis berlandasan hadist:
-alfatihah ini meskipun ringkas tetapi berisi kandungan yang tidak terdapat Analisis berlandaskan hadist : Syaikh Abdur Rahman as-Sa’di berkata, “surah al dalam surah al-quran lainnya. Surah ini mengandung 3 jenis tauhid, yaitu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyyah, serta tauhid nama-nama dan sifat-sifat Allah. Juga mengandung penetapan kenabian Rasulullah saw, balasan amal perbuatan manusia pada hari pembalasan dengan seadil-adilnya. Demikian juga penetapan (iman kepada) takdir/ketetapan Allah, bantahan terhadap semua pelaku bid’ah dan pemahaman sesat, serta pemurniaan keikhlasan dalam beragama kepada Allah swt semata dengan hanya menyembah dan memohon pertolongan kepada-Nya, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.
·         Analisis secara semantik: menurut saya maksud dari terjemahan “tunjukilah kami jalan yang lurus” ini adalah jalan yang diridohi Allah swt. Pada kalimat diatas maksudnya seorang hamba yang mengharapkan petunjuk dari-Nya kejalan yang lebih benar. Jalan yang benar yaitu jalan untuk orang-orang yang diberikan kebaikan, seperti memberikan bantuan bagi orang yang membutuhkan. Adapun tujuan kita meminta petunjuk yang benar adalah untuk mencari kesenangan didunia dan diakhirat. Dan meluruskan apa-apa yang kita ragukan. Satu-satunya untuk mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus tersebut hanyalah kepada Allah swt.                                                            

DIAGRAM POHON