Jumat, 06 Juni 2014

TUGAS 6 SEMANTIK



6. Buku pelajaran Bahasa Indonesia tentang makna
Didalam buku pelajaran bahasa dan sastra indonesia untuk kelas 2 SLTP edisi kedua karangan yudhistira terdapat pelajaran tentang makna seperti berikut ini :
A. Carilah makna kata yang dicetak miring berikut ini! Gunakan kamus jika mengalami kesulitan!
1. Sisanya yang 96 persen amat tandus dengan kehidupan.
2. Sinar matahari diperlukan untuk proses fotosintesis bagi plankton.
3. Di daerah tropis orang dapat menyaksikan terbitnya matahari setiap hari.
4. Di daerah yang jauh di sebelah luar garis lintang utara dan lintang selatan, pada waktu puncak musim panas pun matahari hanya menembus 15 sampai 20 meter air lautan.
5. Hanya di lapisan terbatas itulah plankton dapat tumbuh subur.
6. Luasnya permukaan lautan itu sendiri hanyalah merupakan 4 persen dari seluruh volume airnya.
7. Konsentrasi kehidupan laut dekat daratan ini merupakan konsentrasi pembuangan samapah daratan.
8. Diperkirakan ada 20.000 spesies ikan, lebih dari 30.000 jenis kerang, dan segala macam udang di daerah tersebut.
9. Disitulah plankton berkesempatan menampung mineral yang dibawa oleh endapan-endapan dari muara sungai.
10. Ternyata, akhir-akhir ini di laut dangkal antara inggris dan daratan Eropa ditemukan tong-tong terbuka oleh arus laut.


Analisis Semantik :
Pada soal-soal diatas terdapat kata-kata bermakna yang terdapat didalam kamus. Maka kata tandus adalah tidak dapat ditumbuhi tanaman atau tumbuhan karena kekurangan zat hara (tt tanah); gersang; tidak subur; padang-; 2. habis sama sekali; tandas;. Makna kata fotosintesis adalah pemanfaatan energi acahaya matahari oleh tumbuhan berhijau daun atau bakteri untuk mengubah karbondioksida dan air menjadi karbohidrat. Makna kata tropis adalah beriklim panas. Makna kata garis lintang adalah garis khayal yang melingkari bumi, sejajar dengan garis khatulistiwa. Makna kata lapisan adalah susunan; deretan;bagian. Makna kata lautan adalah laut yang luas sekali; samudra. Makana kata konsentrasi adalah pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal. Makna kata spesies adalah satuan dasar klasifikasi biologi;jenis. Makna kata  endapan-endapan adalah sesuatu yang bercampur dengan barang cair yang telah turun kebawah dan bertimbun didasar. Dan yang terakhir makna kata dangkal adalah tidak dalam (tt sungai dsb); tohor; cetek.
B. Selain pelajaran tentang makna diatas, di buku ini juga terdapat pelajaran yang berhubungan dengan semantik yaitu tentang Polisemi dan Homonim seperti berikut,
Polisemi berasal dari kata poly yang berarti banyak dan sema yang berarti tanda, arti. Polisemi berarti banyak arti. Jadi, kata polisemi ialah suatu kata yang mempunyai bermacam-macam arti, tetapi masih mempunyai kesamaan makna atau masih dalam satu kesatuan arti.
Bentuk polisemi sepintas mempunyai kemiripan dengan bentuk homonim. Namun, jika dicermati, kedua bentuk itu mempunyai perbedaan mendasar. Homonim ialah kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan. Dalam polisemi kita menghadapi suatu kata yang mempunyai banyak makna, sedangkan dalam homonim kita menghadapi dua kata atu lebih yang kebetulan mempunyai lafal dan ejaan yang sama. Perhatikan contoh berikut !
Bisa, v mampu (kuasa melakukan sesuatu); dapat;
bisa, n 1 zat racun yang dapat menyebabkan luka, busuk, atau mati; 2 ki sesuatu yang buruk, yang dapat merusak akhlak manusia atau masyarakat.
Pada contoh diatas, kedua kata bisa tesebut merupakan homonim. Sedangkan makna-makna yang terdapat pada kata bisa yang kedua mempunyai hubungan makna yang berpolisemi.

TUGAS 5 SEMANTIK



Analisis surat alfatiha ayat ke 6 yang berlandasan dari Al-quran: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”
·         Analisis berlandasan al-quran maksudnya: jalan yang lurus yaitu jalan hidup yang benar yang dapat membuat bahagia didunia dan diakhirat.

·         Analisis berlandasan dari Tafsir adalah:
1) Hidayah secara harfiah, berarti petunjuk yang dapat menyampaikan orang kepada yang dituju. Hidayah yang dimaksud disini, ialah petunjuk Allah.
Hidayah Allah kepada manusia, antara lain sebagai berikut:
            1. Hidayah Ilham.
   Hidayah ilham ini sudah ada pada anak-anak sejak ia mulai dilahirkan. Bilamana ia ingat      akan kebutuhannya (makanan misalnya), seketika itu juga ia menangis meminta makanan itu.
            2. Hidayah Panca-Indera.
  Hidayah panca-indera dan hidayah ilham keduanya sama ada pada manusia dan hewan. Bahkan pada hewan lebih peka, jika dibandingkan dengan manusia, sebab ilham dan panca-indera pada hewan sedikit sempurna setelah ia dilahirkan. Sedangkan pada manusia datangnya berangsur-angsur, tahap demi tahap.
            3. Hidayah Akal.
  Hidayah akal lebih tinggi fungsinya dari hidayah ilham dan panca-indera, sebab manusia diciptakan untuk hidup bersama dan bergaul dengan yang lain. Untuk kehidupan semacam itu, tidak cukup hanya mengendalikan ilham dan panca-indera saja, tapi ia memerlukan Hidayah akal. Akal dapat membetulkan kekeliruan-kekeliruan yang mungkin terjadi pada panca-indera. Misalnya kekeliruan indera pelihat pada orang yang buta warna, dan kekeliruan indera perasa pada orang yang menderita penyakit kuning.
            4. Hidayah agama dan syari’at.
      Hidayah agama ini, adalah nilai-nilai yang wajib dipunyai oleh orang yang akalnya sudah diperbudak oleh hawa nafsunya, sehingga ia tenggelam dalam kesenangan materi dan syahwati. Dalam kenyataannya manusia memang gemar menugmati kenikmatan duniawi yang tidak terbatas, tidak mau berhenti pada salah satu titik karena tidak dikehendaki oleh hawa nafsunya. Bahkan dibawa dorongan hawa nafsunya itu ia mempersiapkan dirinya untuk mencapai puncak kegemaran dan keinginan yang lebih sempurna lagi. Sehingga apabila ia telah mendapatkan sebuah bukit dari emas (misalnya), keinginannya tidak akan berakhir sampai di situ, sebab ia menginginkan sebuah (lebih banyak) lagi bukit emas

·         Analisis berlandasan hadist:
-alfatihah ini meskipun ringkas tetapi berisi kandungan yang tidak terdapat Analisis berlandaskan hadist : Syaikh Abdur Rahman as-Sa’di berkata, “surah al dalam surah al-quran lainnya. Surah ini mengandung 3 jenis tauhid, yaitu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyyah, serta tauhid nama-nama dan sifat-sifat Allah. Juga mengandung penetapan kenabian Rasulullah saw, balasan amal perbuatan manusia pada hari pembalasan dengan seadil-adilnya. Demikian juga penetapan (iman kepada) takdir/ketetapan Allah, bantahan terhadap semua pelaku bid’ah dan pemahaman sesat, serta pemurniaan keikhlasan dalam beragama kepada Allah swt semata dengan hanya menyembah dan memohon pertolongan kepada-Nya, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.
·         Analisis secara semantik: menurut saya maksud dari terjemahan “tunjukilah kami jalan yang lurus” ini adalah jalan yang diridohi Allah swt. Pada kalimat diatas maksudnya seorang hamba yang mengharapkan petunjuk dari-Nya kejalan yang lebih benar. Jalan yang benar yaitu jalan untuk orang-orang yang diberikan kebaikan, seperti memberikan bantuan bagi orang yang membutuhkan. Adapun tujuan kita meminta petunjuk yang benar adalah untuk mencari kesenangan didunia dan diakhirat. Dan meluruskan apa-apa yang kita ragukan. Satu-satunya untuk mendapatkan petunjuk ke jalan yang lurus tersebut hanyalah kepada Allah swt.                                                            

DIAGRAM POHON


Kamis, 27 Maret 2014

analisis gaya bahasa puisi "sesobek buku harian indonesia" karya emha ainun najib



Sesobek Buku Harian Indonesia

Melihat pentas-pentas drama di negeriku
berjudul Pesta Darah di Jember
Menyerbu Negeri Hantu Putih di Solo
Klaten, Semarang, Surabaya dan Medan
Teror atas Gardu Pengaman Rakyat di Bandung
Woyla.
Ah, ingat ke hari kemarin
pentas sandiwara rakyat
yang berjudul Komando Jihad
Ingat Malari.
Ingat beratus pentas drama
yang naskahnya tak ketahuan
dan mata kita yang telanjang
dengan gampang dikelabui dan dijerumuskan
Ah, drama-drama total
yang tanpa panggung
melainkan berlangsung di atas hamparan
kepala-kepala penonton
Darah mengucur, kembang kematian.
Bau busuk air liur para sutradara licik
yang bersembunyi di hati mulia para rakyat.
Drama peradaban yang bermain nyawa
mencumbu kemanusiaan
berkelakar secara rendahan kepada Tuhan
Kita orang-orang yang amat lugu dan tak tahu
Pikiran disetir
Hidung dicocok dan disemprot parfum
Pantat disodok dan kita meringkik-ringkik
tanpa ada maknanya
Kita yang terlalu polos dan pemaaf
beriuh rendah di antara kita sendiri
bagai anak-anak kecil yang sibuk dikasih petasan
kemudian tertidur lelap
sesudah disuapi sepotong kue bolu dan permen karet
Ah, milik siapa tanah ini
Milik siapa hutan-hutan yang ditebang
Pasir timah dan kayu yang secara resmi diseludupkan
Milik siapa tambang-tambang
keputusan buat masa depan
Milik siapa tabungan alam
yang kini diboroskan habis-habisan
Milik siapa perubahan-perubahan
kepentingan dari surat-surat keputusan
Kita ini sendiri
milik siapa gerangan.
Pernahkan kita sedikit saja memiliki
lebih dari sekedar dimiliki, dan dimiliki.
Pernahkan kita sedikit saja menentukan
lebih dari sekedar ditentukan, dan ditentukan


Analisis Gaya Bahasa Sesobek Buku Harian Indonesia
Gaya bahasa berdasarkan makna diukur dari lansung tidaknya makna, yaitu apakah acuan yang dipakai masih mempertahankan makna denotatifnya atau sudah ada penyimpangan. Bila acuan yang digunakan itu masih mempertahankan makna dasar, maka bahasa itu masih bersifat polos. Tetapi bila sudah ada perubahan makna, entah berupa makna konotatif atau sudah menyimpang jauh dari makna denotatifnya, maka acuan itu dianggap sudah memiliki gaya sebagai yang dimaksudkan disini (Keraf,1987).
Dalam sebuah puisi, kata-kata yang digunakan biasanya lebih banyak kata-kata yang bermakna konotatif, kata-kata yang digunakan penyair dapat menimbulkan makna konotatif dan makna yang lebih dari satu, sehingga interpretasi terhadap puisi yang digunakan dapat beragam sesuai pemahaman individu yang membacanya.
Gaya bahasa berdasarkan ketidakllansungan makna ini biasanya disebutsebagai trope atau figure of speech. Istilah trope sebenarnya berarti pembalikan atau penyimpanan. Karena ada yang menganggap trope sebagai penggunaan bahasa yang indah dan menyesatkan, maka pada abad XVIII istilah itu mulai diganti dengan figure of speech.
Gaya bahasa ini dikelompokkan menjadi dua kelompokbesar, yaitu gaya bahasa retoris. Yang semata-mata merupakan penyimpangan dari kontruksi biasa untuk mencapai efek tertentu, dan gaya bahasa kiasan. Namun pada puisi ini saya akan menganalisis gaya bahasa retoris:
1. Aliterasi                                                                                                                
Aliterasi adalah gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan yang sama.  Contoh pada puisi ini adalah :  Kita yang terlalu polos dan pemaaf.
Pada kalimat tersebut terdapat perulangan bunyi konsonan “P” pada kata polos dan pemaaf.


2. Anastrof
Anastrof adalah gaya bahasa yang diperoleh dengan cara membalikkan susunan kalimat yang biasa. Gaya bahasa ini disebut sebagai kalimat inversi. Contohnya adalah: berjudul Pesta Darah di Jember
3. Asindenton
Asindenton adalah gaya bahasa yang menyebutkan banyak orang, barang atau sifat yang berturut-turut dengan tidak banyak menggunakan kata penghubung. Contoh pada puisi ini adalah: Klaten, Semarang, Surabaya dan Medan

4. Tautologi       
Tautologi adalah gaya bahasa penyebutan atau pengulanggan kembali kata yang disebut-sebut didepan dengan kata-kata yang sama atau hampir sama artinya. Contoh pada puisi ini adalah: Ah, milik siapa tanah ini
                          Milik siapa hutan-hutan yang ditebang
Pada dua kalimat tersebut terdapat pengulangan kembali kata milik.

5.Hiperbol
Hiperbol adalah gaya bahasa yang mengandung suatu pernyataan yang berlebihan. Contoh pada puisi ini adalah: Darah mengucur, kembang kematian.
                                                Bau busuk air liur para sutradara licik

Tugas Semantik

Mendeskripsikan Kepala
Kepala adalah sebuah benda yang berbentuk bulat seperti bola yang mempunyai banyak fungsi dan mampaat bagi manusia. diantaranya kepala digunakan untuk berpikir dan menyimpan semua memori yang kita lakukan atau perbuat semasa hidup. adapun yang terdapat diantara kepala, dan bentuk beserta ciri-ciri kepala saya sebagai berikut:
1. kepala, saya memiliki kepala yang bulat dan titumbuhi rambut yang panjang dan lebat.
2. rambut, saya memiliki rambut yang panjang,lebat,dan hitam.
3. kening, saya memiliki kening yang biasa-biasa saja dan tidak jenong.
4.alis, saya memiliki alis yang tebal dan hitam sejak dari lahir tanpa adanya perawatan sama sekali.
5 mata, saya memiliki mata yang tidak terlalu besar, bisa dibilang sipit.
6.hidung, saya memiliki hidung yang tidak mancung dan tidak juga pesek.
7. ppipi, saya memiliki pipi yang tidak tembam, dan tidak kurus, berbentuk agak bulat,dan lembut.
8. telinga, saya memiliki telinga yang biasa-biasa saja tidal terlalu lebar.
9. kulit, saya memiliki kulit yang tidak terlalu putih dan hitam, tapi kulit saya bewarna kuning lansat.
10. dagu, saya memiliki dagu yang tidak panjang.